Apa Itu Network Slicing 5G

Apa Itu Network Slicing 5G? Ini Cara Kerja, Fungsi, dan Manfaatnya! – Teknologi 5G tidak hanya menawarkan kecepatan internet yang lebih tinggi dibandingkan 4G. Ada teknologi menarik di balik jaringan generasi kelima ini yang disebut Network Slicing 5G. Teknologi tersebut memungkinkan operator menyediakan layanan jaringan dengan karakteristik berbeda sesuai kebutuhan penggunanya.
Bayangkan ketika kamu sedang bermain game online, sementara pengguna lain melakukan streaming video 4K dan sebuah perusahaan menjalankan mesin otomatis melalui jaringan yang sama. Ketiganya membutuhkan koneksi internet dengan karakteristik berbeda agar bekerja secara optimal.
Di sinilah network slicing berperan. Teknologi ini memungkinkan jaringan 5G dibagi menjadi beberapa jaringan virtual yang masing-masing memiliki pengaturan performa tertentu.
Lantas, apa itu network slicing 5G, bagaimana cara kerjanya, dan apakah teknologi ini bisa membuat internet lebih cepat? Berikut penjelasannya.
Topik yang akan dibahas:
Apa Itu Network Slicing 5G?
Network Slicing 5G adalah teknologi yang memungkinkan satu infrastruktur jaringan fisik 5G dibagi menjadi beberapa jaringan virtual atau network slice dengan karakteristik dan kemampuan berbeda.
Setiap bagian jaringan dapat dikonfigurasi berdasarkan kebutuhan layanan, mulai dari kecepatan transfer data, latensi, kapasitas, hingga tingkat keandalan koneksi.
Sebagai contoh, operator dapat menyediakan jaringan virtual khusus untuk aktivitas berikut:
Gaming online: Mengutamakan latensi rendah dan koneksi yang stabil.
Streaming video: Membutuhkan bandwidth besar untuk memutar video berkualitas tinggi.
Internet of Things (IoT): Mendukung banyak perangkat yang mengirimkan data secara berkala.
Industri otomatis: Mengutamakan respons cepat dan keandalan komunikasi antarmesin.
Menariknya, semua layanan tersebut dapat menggunakan infrastruktur fisik yang sama tanpa harus membangun jaringan seluler baru untuk setiap kebutuhan.
Konsep ini juga dijelaskan dalam standar 3GPP, yang memungkinkan operator membangun jaringan logis dengan sumber daya dan karakteristik layanan tertentu.
Bagaimana Cara Kerja Network Slicing 5G?
Cara kerja network slicing sebenarnya cukup mudah dipahami. Teknologi ini membagi sumber daya jaringan menjadi beberapa bagian virtual yang dikelola melalui perangkat lunak.
Agar lebih mudah dibayangkan, anggap jaringan 5G seperti jalan raya besar yang digunakan berbagai jenis kendaraan.
Di jalan tersebut, ada kendaraan pribadi, truk logistik, dan ambulans. Masing-masing memiliki kebutuhan perjalanan berbeda.
Network slicing bekerja seperti pengaturan jalur khusus, sehingga layanan tertentu bisa memperoleh prioritas atau karakteristik koneksi sesuai kebutuhannya.
Secara teknis, prosesnya melibatkan beberapa tahapan berikut.
Pembagian Jaringan Secara Virtual
Operator menggunakan teknologi virtualisasi untuk membuat beberapa jaringan logis dalam satu infrastruktur fisik.
Setiap jaringan virtual dapat memiliki konfigurasi dan fungsi jaringan yang berbeda, meskipun sebagian sumber daya fisiknya tetap digunakan bersama.
Pengaturan Sumber Daya Jaringan
Setelah jaringan virtual dibuat, operator menentukan karakteristik setiap slice.
Misalnya, satu slice dioptimalkan untuk latensi rendah, sedangkan slice lainnya disiapkan untuk menangani transfer data dalam jumlah besar.
Pengaturan ini membantu operator mengalokasikan kapasitas jaringan berdasarkan kebutuhan layanan dan kebijakan yang diterapkan.
Pengelolaan Lalu Lintas Data
Ketika perangkat terhubung, jaringan dapat menentukan slice yang sesuai berdasarkan layanan, profil pelanggan, dan konfigurasi operator.
Dalam arsitektur 5G, pemilihan slice melibatkan mekanisme yang menggunakan identitas seperti S-NSSAI (Single Network Slice Selection Assistance Information).
Dengan begitu, koneksi dapat memperoleh karakteristik layanan yang telah ditentukan tanpa membutuhkan jaringan fisik yang sepenuhnya terpisah.
Jenis Network Slicing pada Jaringan 5G
Dalam implementasinya, network slicing dapat mendukung berbagai jenis layanan. Tiga kategori layanan 5G yang sering digunakan untuk menjelaskan kebutuhan tersebut adalah eMBB, URLLC, dan mMTC.
| Jenis layanan | Fungsi utama | Contoh penggunaan |
|---|---|---|
| eMBB (Enhanced Mobile Broadband) | Kapasitas dan kecepatan data tinggi | Streaming 4K, internet cepat, AR/VR |
| URLLC (Ultra-Reliable Low-Latency Communications) | Latensi rendah dan keandalan tinggi | Otomasi industri, kendali mesin |
| mMTC (Massive Machine Type Communications) | Mendukung konektivitas perangkat IoT dalam jumlah besar | Sensor pintar, smart city |
Perlu dipahami bahwa ketiga kategori tersebut merupakan jenis kebutuhan layanan 5G, bukan berarti setiap operator otomatis menyediakan tiga slice terpisah.
Implementasi network slicing tetap bergantung pada arsitektur jaringan dan layanan yang dikembangkan operator.
Manfaat Network Slicing 5G untuk Pengguna Internet
Network slicing menawarkan sejumlah manfaat yang membuat jaringan 5G lebih fleksibel dibandingkan layanan seluler konvensional.
Koneksi Lebih Stabil untuk Kebutuhan Tertentu
Salah satu manfaat network slicing adalah kemampuannya menyediakan karakteristik layanan yang lebih konsisten.
Sebagai contoh, ketika sebuah acara konser dipenuhi ribuan pengunjung, operator dapat mengatur sumber daya jaringan untuk mendukung layanan tertentu, seperti siaran langsung dengan kebutuhan upload tinggi.
Namun, hasilnya tetap dipengaruhi oleh kapasitas jaringan, kualitas sinyal, dan konfigurasi operator.
Latensi Bisa Lebih Rendah
Latensi merupakan waktu yang dibutuhkan data untuk melakukan perjalanan melalui jaringan.
Semakin rendah latensi, semakin cepat perangkat menerima respons.
Network slicing dapat membantu menyediakan konektivitas berlatensi rendah untuk aplikasi tertentu. Fitur ini bermanfaat bagi game online, sistem kontrol industri, dan aplikasi interaktif.
Meski begitu, network slicing tidak otomatis membuat ping setiap pengguna menjadi rendah. Jarak server, kondisi jaringan, serta perangkat yang digunakan tetap berpengaruh.
Penggunaan Jaringan Lebih Efisien
Tanpa pengaturan yang fleksibel, berbagai layanan dengan kebutuhan berbeda harus berbagi sumber daya jaringan berdasarkan kebijakan umum operator.
Network slicing memungkinkan pengelolaan sumber daya yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing layanan.
Dengan demikian, operator dapat mengoptimalkan penggunaan infrastruktur tanpa selalu harus membangun jaringan fisik terpisah.
Mendukung Teknologi Masa Depan
Network slicing juga membuka peluang untuk pengembangan teknologi seperti kendaraan terkoneksi, pabrik pintar, layanan kesehatan jarak jauh, hingga sistem transportasi modern.
Teknologi tersebut membutuhkan karakteristik koneksi yang tidak selalu sama dengan aktivitas internet sehari-hari.
Contoh Penggunaan Network Slicing 5G dalam Kehidupan Nyata
Network slicing bukan sekadar konsep teknologi. Beberapa operator dan perusahaan telekomunikasi telah mengembangkan atau menguji penerapannya.
Berikut beberapa contoh penggunaannya.
Siaran Langsung di Acara Besar
Saat konser atau pertandingan olahraga berlangsung, banyak orang menggunakan internet secara bersamaan.
Network slicing dapat digunakan untuk menyediakan layanan upload dengan kualitas yang lebih terjaga bagi penyiar atau pembuat konten.
GSMA menjelaskan bahwa 5G Standalone memungkinkan operator memberikan konektivitas yang disesuaikan untuk kebutuhan siaran langsung, termasuk dalam kondisi jaringan yang padat.
Sistem Otomatis di Pabrik
Pabrik modern menggunakan mesin, robot, dan sensor yang saling terhubung.
Sebagian perangkat membutuhkan respons cepat dan komunikasi yang dapat diandalkan.
Dengan network slicing, perusahaan dapat menggunakan jaringan yang dikonfigurasi sesuai kebutuhan operasional tersebut.
Perangkat Smart City
Kota pintar menggunakan berbagai perangkat seperti sensor lingkungan, sistem pemantauan lalu lintas, dan meteran listrik digital.
Sebagian besar perangkat tersebut tidak membutuhkan internet berkecepatan sangat tinggi, tetapi memerlukan koneksi yang efisien dan andal.
Network slicing dapat membantu operator menyediakan karakteristik layanan yang sesuai untuk penggunaan IoT.
Perbedaan Network Slicing 5G dan Jaringan 5G Biasa
Meskipun sama-sama menggunakan teknologi 5G, jaringan yang menerapkan network slicing memiliki fleksibilitas pengaturan layanan yang lebih besar.
| Aspek | 5G tanpa slicing khusus | 5G dengan network slicing |
|---|---|---|
| Pengaturan layanan | Menggunakan kebijakan jaringan umum | Bisa disesuaikan per slice |
| Prioritas koneksi | Berdasarkan pengaturan QoS yang tersedia | Bisa ditentukan berdasarkan kebutuhan slice |
| Latensi | Bergantung kondisi dan konfigurasi jaringan | Dapat dioptimalkan untuk layanan tertentu |
| Penggunaan | Internet seluler umum | Internet umum, industri, IoT, layanan khusus |
| Infrastruktur | Jaringan fisik 5G | Infrastruktur fisik yang sama dengan jaringan logis tambahan |
Perbedaan utamanya bukan terletak pada kecepatan maksimum internet, melainkan pada kemampuan jaringan menyesuaikan layanan untuk kebutuhan yang berbeda.
Apakah Semua Jaringan 5G Mendukung Network Slicing?
Tidak semua jaringan 5G yang tersedia untuk pengguna sudah menyediakan layanan network slicing secara komersial.
Hal ini berkaitan erat dengan arsitektur jaringan 5G yang digunakan.
Secara umum, terdapat dua arsitektur utama.
5G Non-Standalone (NSA) menggunakan jaringan 5G yang masih bergantung pada infrastruktur inti 4G. Arsitektur ini biasanya digunakan untuk memperluas layanan 5G pada tahap awal.
Sementara itu, 5G Standalone (SA) menggunakan jaringan inti 5G yang dirancang untuk mendukung kemampuan lebih lanjut, termasuk network slicing.
Karena itu, jaringan 5G SA menjadi fondasi penting untuk penerapan network slicing secara penuh.
Artinya, meskipun smartphone sudah menampilkan ikon 5G, belum tentu pengguna mendapatkan layanan network slicing.
Ketersediaannya tetap bergantung pada dukungan operator, jaringan, perangkat, serta paket layanan yang digunakan.
Apakah Network Slicing 5G Bisa Membuat Internet Lebih Cepat?
Jawabannya, bisa meningkatkan kualitas koneksi untuk layanan tertentu, tetapi tidak selalu meningkatkan kecepatan internet secara langsung.
Network slicing lebih berfokus pada pengelolaan sumber daya dan karakteristik koneksi dibandingkan sekadar menaikkan kecepatan download.
Sebagai contoh, seseorang yang bermain game online mungkin lebih membutuhkan ping stabil daripada kecepatan download ratusan Mbps.
Sementara itu, pengguna yang mengunggah video berukuran besar membutuhkan kapasitas upload yang tinggi.
Dengan network slicing, operator dapat menawarkan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan tersebut.
Namun, apabila pengguna berada di wilayah dengan sinyal lemah atau kapasitas jaringan terbatas, network slicing tidak otomatis menghilangkan seluruh gangguan koneksi.
Tantangan Penerapan Network Slicing 5G
Meskipun memiliki banyak manfaat, penerapan network slicing membutuhkan investasi dan pengelolaan jaringan yang cukup kompleks.
Operator harus menyiapkan infrastruktur 5G Standalone, sistem otomatisasi jaringan, serta mekanisme pengelolaan sumber daya dan keamanan.
Selain itu, operator perlu memastikan bahwa setiap slice memperoleh layanan sesuai konfigurasi tanpa mengganggu layanan lainnya.
Dari sisi pengguna, tantangan lainnya adalah ketersediaan layanan. Tidak semua paket internet 5G menawarkan fitur network slicing yang dapat dipilih secara langsung.
Karena itu, penerapan teknologi ini kemungkinan akan berkembang secara bertahap mengikuti kebutuhan pasar dan kesiapan jaringan operator.
Kesimpulan
Network Slicing 5G merupakan teknologi yang memungkinkan operator membagi satu infrastruktur jaringan fisik menjadi beberapa jaringan virtual dengan karakteristik layanan berbeda.
Melalui teknologi ini, jaringan 5G dapat dioptimalkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari internet berkecepatan tinggi, gaming dengan latensi rendah, hingga komunikasi perangkat IoT dan otomasi industri.
Meski menawarkan banyak manfaat, network slicing bukan jaminan bahwa seluruh pengguna akan mendapatkan internet lebih cepat. Kinerjanya tetap bergantung pada konfigurasi layanan, kapasitas jaringan, serta dukungan operator.





